Ligadewa, juga dikenal sebagai Galungan, adalah perayaan budaya penting dalam tradisi Indonesia. Merupakan hari raya umat Hindu yang menandai kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan) dan dirayakan setiap 210 hari menurut penanggalan Pawukon Bali. Perayaan ini berlangsung selama sepuluh hari, dengan puncaknya pada hari ketiga yang disebut Galungan.
Pada masa Ligadewa, umat Hindu Bali percaya bahwa roh nenek moyang kembali mengunjungi keturunannya. Untuk menyambutnya, keluarga-keluarga menghiasi rumahnya dengan penjor, yaitu batang bambu tinggi yang dihias dengan daun kelapa, buah-buahan, dan bunga. Persembahan yang disebut canang sari juga ditempatkan di sekitar rumah dan di kuil untuk menenangkan roh.
Salah satu ritual terpenting pada masa Ligadewa adalah persembahan banten. Ini adalah persembahan rumit yang terbuat dari beras, buah-buahan, dan bunga yang dipersembahkan kepada para dewa dan leluhur sebagai cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan mencari berkah. Bantenn ditata secara cermat dalam pola dan desain yang rumit, mencerminkan keterampilan artistik masyarakat Bali dan perhatian terhadap detail.
Aspek penting lainnya dari Ligadewa adalah praktik ngelawang, yaitu para pemuda yang mengenakan kostum tradisional pergi dari rumah ke rumah untuk menampilkan tarian dan musik untuk mengusir roh jahat. Tradisi ini diyakini dapat membawa kemakmuran dan perlindungan bagi masyarakat.
Ligadewa tidak hanya menjadi festival keagamaan tetapi juga menjadi ajang arisan dan reuni keluarga. Keluarga berkumpul untuk berbagi makanan, bertukar hadiah, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya seperti pertunjukan musik dan tari tradisional. Ini adalah waktu untuk mempersatukan dan memperkuat hubungan dalam komunitas.
Makna budaya Ligadewa lebih dari sekadar hari raya keagamaan. Saatnya menghormati dan mengenang leluhur, merayakan kekayaan warisan budaya Indonesia, serta mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan. Melalui ritual, persembahan, dan perayaan, umat Hindu Bali menegaskan kembali identitas dan hubungan mereka dengan akar mereka, memastikan bahwa tradisi mereka dilestarikan dan diwariskan ke generasi mendatang.
Kesimpulannya, Ligadewa adalah perayaan yang penuh semangat dan penuh warna yang mewujudkan esensi budaya dan tradisi Indonesia. Ini adalah waktu untuk refleksi, rasa syukur, dan persatuan, di mana masa lalu dihormati, masa kini dirayakan, dan masa depan direngkuh. Melalui festival ini, masyarakat Indonesia tetap menjunjung tinggi kekayaan warisan dan menjaga tradisi budayanya tetap hidup.
